4 Jenis Aborsi Umum Di Gunakan Oleh Masyarakat Indonesia
Missed abortion

4 Jenis Aborsi Umum Di Gunakan Oleh Masyarakat Indonesia

4 Jenis Aborsi – Kata aborsi berasal dari bahasa Latin abortio, yang berarti menggugurkan, keguguran, melahirkan sebelum waktunya. Kata Latin abortus berarti “keguguran, prematur, kelahiran sebelum waktunya”. Dalam kedokteran, aborsi berarti mengakhiri kehamilan sebelum waktunya.

Aborsi dapat terjadi secara spontan sebagai akibat komplikasi selama kehamilan, atau dapat diinduksi. Abortus yang diinduksi dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu (gravida) adalah aborsi terapeutik. Aborsi yang dilakukan karena alasan lain disebut aborsi elektif.

Dijelaskan pada situs worldometers.info, WHO memperkirakan 10-50% kematian Ibu disebabkan oleh aborsi. Diperkirakan juga 1 dari 8 Ibu hamil di seluruh dunia setiap tahun melakukan aborsi tidak aman. Di Asia Tenggara, WHO memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya, 850.000 diantaranya terjadi di Indonesia. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa masalah aborsi di Indonesia masih cukup besar, dan menjadi salah satu masalah yang cukup serius.

1. Missed abortion

Missed abortion
Missed abortion

Pada kasus missed abortion, kematian janin terjadi tanpa adanya pengeluaran dari hasil konsepsi. Alasan mengapa janin yang meninggal tidak keluar masih belum jelas. Biasanya didahului dengan tanda dan gejala abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau menghilang setelah pengobatan. Tes kehamilan menjadi negatif, tanda-tanda kehamilan tidak ada, dan denyut jantung janin tidak dapat terdeteksi.

2. Abortus terapeutik

Abortus yang dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu atas pertimbangan kesehatan wanita, dimana apabila kehamilan itu dilanjutkan akan membahayakan dirinya. Misalnya pada wanita dengan kelainan jantung. Dapat juga dilakukan atas pertimbangan kelainan janin yang berat.

3. Abortus septik

Abortus spontan dapat diikuti dengan komplikasi infeksi. Infeksi dapat terjadi akibat tindakan abortus yang tidak sesuai dengan prosedur (misalnya oleh dukun). Infeksi yang terjadi pada umumnya endometritis, yang  bisa berkembang menjadi parametritis dan peritonitis.

READ  Bisa Hamil Lagi Setelah Melakukan Tindakan Aborsi

4. Abortus berulang

Abortus berulang adalah abortus yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih pada 3 bulan pertama kehamilan. Abortus berulang primer terjadi pada wanita yang belum pernah memiliki anak yang hidup sebelumnya. Abortus berulang sekunder adalah abortus yang terjadi pada wanita yang sebelumnya sudah pernah memiliki anak lahir hidup.

Aborsi biasanya sangat aman dan sebagian besar wanita tidak memiliki komplikasi di luar efek samping yang umum, kemungkinan komplikasi meningkat sedikit ketika periode kehamilan meningkat.

Leave a Reply

Close Menu
1
Hallo,
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?? Konsultasi Gratis !!!
Powered by